Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila, 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Karenanya, sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Hal tersebut disampaikan Dr. H. Juraidi, MA, Direktur Penerangan Agama Islam Kementrian Agama RI Pada Bimtek Penyuluh Informasi Publik (PIP) di Padang, Kamis, 28 Februari 2018.

Lebih lanjutnya dikatakannya, ada keterkaitan yang sangat erat antara agama dan informasi.

"Semua agama menyampaikan ajarannya ke masyarakat. Salah satunya melalui informasi, dan informasi tersebut haruslah informasi yang benar. Tidak ada agama yang membolehkan penyebaran informasi salah atau hoaks," ucap Juraidi.

Tujuan penyampaian informasi benar, tambahnya, selain dapat menjaga persatuan juga meningkatkan produktivitas bangsa dan merawat kerukunan umat beragama. Untuk itu, Mentri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan seruan tentang penyampaian informasi dan ceramah di rumah ibadah.

Seruan tersebut antara lain penyampaian informasi berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai, dan bersumber dari ajaran pokok agama, disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama mana pun.

Selanjutnya materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan, dan/atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktek ibadah antar/dalam umat beragama. Serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis, dan destruktif.

Juraidi berharap para Penyuluh Informasi Publik dapat mengambil referensi dari seruan Mentri Agama ini.

"Para Penyuluh Informasi Publik sebagai pejuang informasi diharapkan dapat menjadikan seruan ini sebagai tolak ukur dalam bertugas. Melalui Bimtek ini, diharapkan peserta dapat menggali dan menambah ilmu dalam penyampaian informasi ke masyarakat," tutup Juraidi.