Padang, KominfoSB - Pencegahan stunting menjadi prioritas utama pemerintah saat ini, dan Sumatra Barat termasuk salah satu provinsi yang mempunyai kasus stunting di Indonesia.

Untuk itu, Dharmawanita Provinsi (DWP) Sumbar selaku organisasi yang mencakup kabupaten/kota dinilai mampu memberikan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat melalui program kerjanya.

Sebagai wujud komitmen terhadap hal tersebut, DWP Sumbar menggelar seminar dengan tema 'Ciptakan Kemandirian Keluarga dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Pencegahan Stunting' yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Rabu (18/9/2019).

Linda Alwis, Ketua DWP Sumbar dalam sambutannya mengatakan, DWP siap menyukseskan program pemerintah dalam pencegahan stunting. "Pencegahan dimulai dari keluarga, sebab keluarga merupakan tempat dimana anak tumbuh dan berkembang," ujar Linda.

Pada kesempatan yang sama Sumarni, Kabid Pemenuhan Hak Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berujar bahwa stunting disebabkan beberapa faktor, antara lain asupan makanan, aksesibilitas pangan, dan pelayanan kesehatan.

"Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan memperhatikan gizi ibu hamil, konseling dan pemberian makanan tambahan, peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas layanan gizi dan kesehatan dan peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak," papar Sumarni.

Terakhir Sumarni mengatakan, sebuah keluarga harus bisa mewujudkan kemandirian keluarga dalam upaya pencegahan stunting dengan cara tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan di rumah, pengelolaan sampah serta pengamanan limbah cair rumah tangga. (RYH/EK/MMC Diskominfo)