Padang, Info Publik - Penurunan indeks yang cukup besar pada kelompok bahan makanan sebabkan deflasi terjadi di Kota Padang dan Bukittinggi pada Februari 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Sukardi dalam konferensi pers di Kantor BPS Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman Padang, Jumat (1/3/2019) pagi.

"Bulan Februari 2019, deflasi di Kota Padang sebesar 2.50 persen, sedangkan Bukittinggi 2.58 persen. Penyumbang terbesar dari kelompok bahan makanan. Padang menduduki urutan ke-21 dan Bukittinggi ke-18 dari 69 kota yang mengalami deflasi secara nasional," ujarnya.

Sedangkan jika dihitung laju inflasi year on year (Februari 2019 terhadap Februari 2018), untuk Kota Padang sebesar 2 persen dan Bukittinggi 1.56 persen.

"Laju inflasi year on year dua kota tersebut masih dalam batas wajar dan normal," jelasnya.Terakhir, Sukardi menjelaskan, turunnya harga komoditi sayur-sayuran juga sebabkan terjadinya deflasi di sejumlah kota di Indonesia pada Februari 2019.

Dalam perhitungan statistik, inflasi (kenaikan harga barang/jasa) dan deflasi (penurunan harga barang/jasa) dipengaruhi Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang dapat memberikan informaai mengenai perkembangan harga barang/jasa yang dibayar konsumen. Perubahan IHK mempunyai pengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan tetap. (Eko Kurnia/MMC Diskominfo/Eyv)