Pemerintah fokus cegah dan turunkan angka stunting di Indonesia. Penurunan stunting juga menjadi target Program Kerja Menengah Nasional Pemerintah 2015-2019.

Masyarakat masih banyak yang belum mengenal apa itu stunting. Pertumbuhan anak yang terhambat sering dianggap sebagai faktor keturunan saja, sehingga diabaikan. Padahal orangtua perlu memantau proses tumbuh kembang anak, terutama dimasa 1000 hari pertama kehidupan.

Pentingnya pengetahuan mengenai stunting ini, terutama bagi Penyuluh Informasi Publik (PIP), juga diangkat menjadi materi penting dalan Bimtek Penyuluh Informasi Publik di Hotel Grand Zurry Padang, Kamis (28/2).

Narasumber Marroli Jeni Indarto, selaku Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan Kemenkominfo, mengatakan, gizi seimbang, sanitasi serta perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu kunci untuk memastikan pertumbuhan anak yang maksimal agar dapat terhindar dari stunting.

Untuk itu, pemerintah mengimbau kepada bapak dan ibu penyuluh informasi agar dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya stunting ini. Jika tidak dicegah, hal ini akan menjadi ancaman bagi generasi Indonesia dimasa depan.

"Indonesia akan melewatkan masa bonus demografi hingga tahun 2030 dengan tidak optimal karena tidak bisa menciptakan generasi emas," papar Marolli.

Saat ini Kemenkominfo telah melakukan kampanye penurunan prevalensi stunting yang berfokus pada perubahan perilaku, dimana targetnya adalah penyadaran dan pemahaman individu, keluarga dan masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting.

"Kementerian Kominfo mengajak berbagai pihak untuk menerapkan Gerakan 3P yang bisa mencegah stunting, yaitu Peduli, Pahami dan Partisipasi. Jika semua masyarakat paham dan mengaplikasi gerakan ini, kitq yakin Indonesia bisa terbebas dari stunting," kata Marolli