Depok, KominfoSB - Dalam rangka meningkatkan sinergitas pengelolaan konten informasi sekaligus menjadikan media center daerah sebagai salah satu pengisi rubrik majalah GPR News, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI menggelar rapat koordinasi sekaligus bimbingan teknis penulisan berita features dan reportase berita mendalam untuk sebuah media cetak di Margo Hotel Depok, 1 sampai 3 Agustus 2019.

Pada pembukaan, Kamis malam (1/8/2019), Sekjen Kemenkominfo, Rosarita Niken Widyastuti menyampaikan, sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberikan diseminasi informasi ke seluruh masyarakat melalui berbagai saluran.

"Sebagai salah satu wakil pemerintah, Kemenkominfo melalui media online, TV dan cetaknya juga berkewajiban menyampaikan program-program pemerintah baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan," ujarnya.

Media ini, katanya, haruslah dapat mengisi seluruh segmen. Dikarenakan tidak semua masyarakat hobi membaca melalui gadget, maka, Dirjen IKP membuat sebuah majalah yang diberi nama GPR News.

"Majalah ini sejenis investigasi versi pemerintah. Ada berbagai rubrik didalamnya. Seperti polhukam, ekonomi dan sosial budaya. Melalui rakor ini, kita minta media center daerah untuk ikut terlibat bagi pengembangan GPR News,"tuturnya.

Dia menambahkan, nantinya, akan ada satu rubrik khusus dalam GPR News yang berisi features dari daerah. Karena diseleksi, features tersebut haruslah punya news value yang tinggi. Untuk itu, Jumat besok (2/8), akan ada bimtek penulisan features, sehingga tulisan yang dihasilkan daerah benar-benar baik dari sisi jurnalisnya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Sumbar, Yeflin Luandri saat memberi masukan ke tim MMC akan mengikuti Bimtek ini meminta agar serius dan mengambil semua ilmu yang diberikan.

"Ambillah semua yang bermanfaat. Jangan lupa, nantinya sharring ke seluruh tim yang ada. Sehingga MMC Diskominfo akan semakin maju," pintanya.

Ia juga menyatakan, masih banyak kekayaan budaya, sejarah, wisata dan kuliner Minangkabau yang merupakan kearifan lokal, belum terekspose dengan maksimal. Sebab untuk memperkenalkannya kedunia lyar, dibutuhkan tulisan yang menarik.

"Melalui tulisan features kita bisa lebih mengenalkan Sumatera Barat ke dunia internasional. Jika tulisannya bagus, nanti dikirim ke 'flight magazine' juga. Kenapa tidak untuk kemajuan Ranah Minang," tambahnya. (EK/MMC Diskominfo)